Cek Kapasitas,sisa Hardisk dan RAM pada Linux (debian)

Cek Kapasitas; sisa Hardisk dan RAM pada Linux (debian). Yang akan saya tampilkan adalah pada varian debian dan turunannya.

Untuk melakukan pengecekan sisa dan kapasitas RAM kita baik phisycall maupun swap nya gunakan perintah

free -m

Untuk cek sisa kapasitas hardisk dan penggunaan hardisk kita pada terminal gunakan perintah

df

perintah ini akan menampilkan dalam satuan kilobyte berapa kapasitas dan sisa hdd kita (lihat gambar dibawah)

untuk melihat dalam satuan MB ketikkan

df -h

berikut gambar dari SS (screenshot) cek RAM dan Hardisk pada terminal linux (debian)

command perintah cek kapasitas HDD dan RAM linux (debian)

command perintah cek kapasitas HDD dan RAM linux (debian)

semoga membantu

wassalam

Install dual boot windows 7 dan debian 6

Instalasi windows 7 terlebih dahulu. Disini saya mempartisi pada partisi yang berbeda dengan linux debian 6 aka squezze. Setelah windows 7 sudah di instalasi, kemudian instalasi debian 6 pada partisi yang berbeda beserta swapnya. Kurang lebih sama dengan Instalasi ubuntu atau debian 5 lenny. Setelah debian 6 kita instalasi pada komputer coba anda perhatikan, grub loader debian 6 lebih bervariasi dengan background luar angkasa :D .

Grub loader default debian 6

Grub loader default debian 6

Tapi setelah kita perhatikan lagi, dimana partisi windows 7 nya ?? Jangan-jangan hilang?

Tenang, jika anda selama instalasi tadi sudah benar (tidak menghapus partisi system windows 7) …. grub loader untuk partisi windows 7 masih bisa ditambahkan / di muat pada grub loader debian 6 tersebut … ( sudah saya coba sendiri )

kita masuk ke terminal debian 6 lenny terlebih dahulu.

masuk sebagai root ( su ) super user

input password anda

ketik cmd sbb:

grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfg

Setelah itu silakan restart / reboot pada terminal
Lihat, grub loader sudah menampilkan partisi system windows 7 anda

Kesimpulan: grub loader debian 6 / squezze berbeda dengan grub loader ubuntu versi 12 ( atau berapapun) dan debian 5 lenny, kenapa? karena debian 6 harus dilakukan mounting manual dengan command diatas untuk menampilkan partisi system windows 7 kita.

Memodifikasi grub2 loader untuk boot win 7 secara default

mengedit

/ etc / default / grup

dan setup GRUB_DEFAULT ke nomor identifikasi menu boot win7, dalam kasus saya ini adalah 2 (default adalah 0, yang pertama booting pilihan menu, instalasi biasanya debian, 1 adalah linux revovery, 2 adalah sistem lain di sini menang 7).

ref: http://nil.uniza.sk/linux-howto/install-debian-dual-boot-system-computer-win-7-preinstalled

semoga bermanfaat
wassalam

Konfigurasi IP DHCP klien pada linux dan Windows

Jika postingan sebelumnya selalu mensetting IP secara static, terus bagaimana cara untuk mengembalikan settingan IP static menjadi IP DHCP? Tapi sebelumnya apa sih sebenarnya DHCP itu? DCHP kepanjangan dari Dynamic Configuration Host Protocol. DHCP adalah protocol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. DHCP merupakan suatu layanan yang secara otomatis memberikan alamat IP kepada komputer yang meminta ke DHCP Server. Dengan demikian, sebagai seorang administrator jaringan, tidak perlu lagi mengatur alamat IP Address pada komputer klien yang dikelolanya (IP statis yang sudah ditetapkan manual).

Sebuah server DHCP dapat diatur dengan pengaturan yang sesuai untuk keperluan jaringan tertentu. Seperti pengaturan Default gateway, Domain Name System (DNS), Subnet Mask, dan rentang alamat IP / range IP yang bisa diambil oleh komputer klien. Komputer yang menyediakan layanan ini disebut dengan DHCP Server, sedangkan komputer yang meminta disebut dengan DHCP Client. 

Nah disini kita akan mensetting interface lan card kita menjadi dhcp client (menerima ip dinamis dari server yang ada)

Untuk melakukan pengaturan konfigurasi IP agar menjadi DHCP berikut script dari terminal root linux:

root@tito-K40IE:/home/tito# nano /etc/network/interfaces

lalu ubah ip static yang ada menjadi sbb:

auto lo
iface lo inet loopback

kemudian save write out ( editor nano )

atau jika ada beberapa interface / lan card berbeda dan ingin salah satu interface saja maka:

auto eth0
    allow-hotplug eth0
    iface eth0 inet dhcp

lalu restart interfaces : /etc/init.d/networking restart

cek sudah mendapatkan ip dhcp belum dari PC server atau Access point yang ada? dengan ifconfig

Untuk setting IP dhcp pada windows 7 tinggal di obtain saja. Lebih jelas dan lengkap Liat gambar berikut :

Continue reading

Konfigurasi IP Alias Debian / Linux

http://wiki.debian.org/NetworkConfiguration

http://www.cyberciti.biz/faq/linux-creating-or-adding-new-network-alias-to-a-network-card-nic/

Istilah-istilah dalam setting server :
» A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk IPv4).
» AAAA record atau catatan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit (untuk IPv6).
» CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS seperti aslinya.
» MX record atau catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.
» PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah nama host di dalam domain in-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut. Contohnya http://www.icann.net memiliki alamat IP 192.0.34.164, tetapi sebuah rekod PTR memetakan ,,164.34.0.192.in-addr.arpa ke nama kanoniknya: referrals.icann.org.
» NS record atau catatan server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan bergantung kepada rekod NS.
» SOA record atau catatan otoritas awal (Start of Authority) mengacu server DNS yang mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet.

yah, diatas itu sekilas saja untuk catatan saja

Oke langsung saja bagaimana kita akan membuat konfigurasi ip alias / aliasing ip pada debian  Continue reading

Command / perintah dasar linux

Pada linux, selain menggunakan mode GUI (Graphic User Interface) untuk menjalankan perintah, kita juga bisa menggunakan mode CLI (Command Line Interface). Perintah2 / command2 tentu tidak bisa lepas dari terminal pada linux. Untuk beberapa user linux sudah hal biasa, bahakan ada yang bilang “mantepe nggo terminal” enaknya pake terminal command. Command2 Seperti halnya mengcopy file, memindahkan file, menghapus file dan lain sebagainya seperti cmd di O.S windows. Pada post ini, akan dijelaskan perintah-perintah dasar yang sering digunakan menurut saya di linux.
Berikut perintah-perintahnya :

  • date

Fungsi : Melihat tanggal
Command : date

  • cal

Fungsi : melihat tanggal dalam bentuk kalender
Command : cal

  • who

Fungsi : Untuk mengetahui user yang sedang aktif
Command : who

  • whoami

Fungsi : Untuk mengetahui user yang sedang login
Command : whoami Continue reading